Abstract
Policy brief ini menganalisis dampak Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) terhadap kecukupan gizi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan data Susenas 2023 dan metode Propensity Score Matching (PSM). Hasil menunjukkan BPNT meningkatkan konsumsi kalori sebesar 7,38% dan karbohidrat secara signifikan, namun tidak berpengaruh signifikan pada konsumsi protein dan justru menurunkan konsumsi lemak. Program BPNT berhasil meningkatkan konsumsi energi tetapi belum memperbaiki keseimbangan komposisi gizi masyarakat NTT.
