Determinan Pemanfaatan Persalinan di Fasilitas Kesehatan di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017

Latar Belakang: Persalinan di fasilitas kesehatan merupakan strategi kunci penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia. Meskipun cakupannya terus meningkat, disparitas antar kelompok sosial ekonomi dan wilayah masih menjadi tantangan. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan persalinan di fasilitas kesehatan di Indonesia. Metode: Studi cross-sectional menggunakan data SDKI 2017 dengan sampel 15.321 wanita usia 15-49 tahun yang memiliki kelahiran hidup dalam lima tahun sebelum survei. Analisis dilakukan menggunakan STATA dengan desain sampling kompleks (svy:). Regresi logistik bivariat dan multivariat digunakan untuk mengidentifikasi determinan persalinan di fasilitas kesehatan. Hasil: Proporsi persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 80,45%. Determinan terkuat dalam model multivariat adalah kunjungan ANC empat kali atau lebih (aOR = 7,15; 95% CI: 4,81-10,65) dan kuintil kekayaan teratas (aOR = 7,57; 95% CI: 5,66-10,12). Faktor lain yang signifikan meliputi wilayah perkotaan (aOR = 2,52), pendidikan SMP/SMA (aOR = 2,43), dan usia ibu lebih tua. Paritas tinggi menurunkan pemanfaatan (aOR = 0,38 untuk anak keempat atau lebih). Status pekerjaan dan akses media tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Pemanfaatan layanan ANC dan status ekonomi merupakan determinan terkuat persalinan di fasilitas kesehatan. Penguatan program ANC sebagai pintu masuk, perluasan jaminan kesehatan, dan intervensi khusus di perdesaan diperlukan untuk mengurangi disparitas yang masih ada.